Sukses Digelar, PBL Perencanaan Program Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo di Kecamatan Pulubala Resmi ditutup

Setelah berlangsung selama sepekan sejak 19 Mei lalu, kegiatan Praktek Belajar Lapangan (PBL) Perencanaan Program Gizi (PPG) mahasiswa Program Studi Diploma III Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, resmi ditutup pada Selasa (25/05/2026).

Kegiatan PBL-PPG yang mengusung misi pemetaan dan perencanaan penyelesaian masalah gizi masyarakat ini diikuti oleh 59 mahasiswa. Mereka disebar di delapan desa dalam wilayah kerja Puskesmas Pulubala, yaitu Desa Tridharma, Pulubala, Bakti, Pongongaila, Mulyonegoro, Molamahu, Molalahu, dan Toyidito.

Acara penutupan yang berlangsung penuh kehangatan ini menandai berakhirnya masa pengumpulan data dasar dan penyusunan perencanaan program oleh para mahasiswa di lapangan.

Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo dalam laporannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa pelaksanaan PBL-PPG ini telah berjalan sesuai target yang diharapkan.

Selama di lapangan, para mahasiswa telah mengaplikasikan teori dari mata kuliah PPG (berbobot 3 SKS) ke dalam kondisi nyata di masyarakat. Mereka telah melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data dasar, mengidentifikasi serta menganalisis skala prioritas masalah gizi di tiap desa. Lebih dari itu, para peserta juga telah terampil menyusun rencana program gizi (POA) sebagai bentuk intervensi konkret.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan kinerja mandiri yang terukur, tetapi juga mampu menerapkan pemikiran logis dan inovatif dalam pelayanan gizi masyarakat, advokasi, hingga pemberdayaan,” ungkap perwakilan dosen pembimbing yang hadir.

Kehadiran mahasiswa gizi tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mereka sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi mitra tempat pelaksanaan PBL.

Pihak Puskesmas Pulubala dan para Kepala Desa menyambut baik hasil pemetaan masalah yang dipresentasikan oleh para mahasiswa. Data dan rencana intervensi (POA) yang telah disusun diharapkan dapat menjadi sumbangsih dan masukan berharga bagi desa dan puskesmas dalam merencanakan perbaikan masalah gizi, guna meningkatkan mutu kehidupan masyarakat di Kecamatan Pulubala ke depannya.

Acara penutupan ini turut dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan, perwakilan puskesmas, aparat desa, serta seluruh dosen pembimbing dari Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo.

Berakhirnya kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan bagi calon ahli gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo untuk terus menguasai konsep teoretis dan praktis dalam merencanakan, melaksanakan, serta memonitor program pelayanan gizi masyarakat secara komprehensif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *