
Program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan ekosistem kampus yang aman. Oleh karena itu, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo terus bergerak maju. Sebelumnya, mereka sukses menyelenggarakan sosialisasi kepada seluruh mahasiswa. Selanjutnya, pihak kampus melanjutkan langkah tegas ini kepada pendidik, tenaga kependidikan (tendik), dan staf pengelola.
Bahkan, pimpinan kampus mengambil langkah strategis ini demi tujuan penting. Tujuan tersebut adalah mewujudkan lingkungan akademik tanpa kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi. Selain itu, kampus juga melarang keras segala bentuk kekerasan fisik maupun psikis. Mahasiswa wajib memahami nilai-nilai kebaikan ini. Lebih lanjut, seluruh jajaran staf pengelola juga harus menghayati dan menerapkannya.

Pentingnya Sinergi dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan
Pemaparan materi kepada para dosen dan admin Jurusan Gizi sangatlah penting. Sebab, kegiatan ini menjadi pilar krusial untuk mendukung keberhasilan program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan. Akibatnya, para pendidik dan mahasiswa akan memiliki pemahaman yang sejalan. Dengan demikian, mereka bisa mengawasi potensi masalah di area perkuliahan dengan jauh lebih efektif.
Pada kesempatan ini, Pimpinan Jurusan Gizi memberikan arahan tegas. Beliau menekankan pentingnya peran aktif dosen beserta staf kampus. Mereka merupakan garda terdepan untuk menegakkan etika dan melindungi mahasiswa.
“Setelah seluruh mahasiswa mendapat pemahaman, kini giliran kita untuk menyamakan persepsi. Kita bukan sekadar penyedia layanan pendidikan. Namun, kita bertugas sebagai role model dan pelindung bagi mahasiswa. Oleh sebab itu, komitmen tanpa toleransi (zero tolerance) wajib hadir dari seluruh elemen Jurusan Gizi.”
Fokus Utama Edukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan
Sesi edukasi ini berlangsung dengan sangat interaktif. Selama acara, pemateri memusatkan beberapa poin penting bagi para peserta, antara lain:
-
Batas Etika dan Profesionalisme: Pemateri menjelaskan bentuk pelanggaran dan potensi penyalahgunaan relasi kuasa. Contohnya saat proses bimbingan akademik, praktikum, maupun pelayanan administrasi.
-
Tanggung Jawab dan Alur Penanganan: Staf kampus wajib merespons laporan indikasi pelanggaran secara objektif dan rahasia. Di samping itu, mereka harus mengikuti prosedur formal yang berlaku ketat. (Panduan Pelaporan Kekerasan).
-
Perlindungan Korban dan Pelapor: Kampus menjamin keamanan dan kerahasiaan identitas para pelapor. Oleh karenanya, siapa saja tidak perlu merasa takut untuk melaporkan dugaan tindakan yang merugikan.
-
Pencegahan Proaktif: Acara ini mengedukasi dosen untuk selalu proaktif bertindak. Tujuannya untuk menciptakan suasana belajar dan bekerja yang ramah serta saling menghargai.
Menuju Kampus yang Inklusif dan Berintegritas
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo telah melaksanakan langkah Pencegahan dan Penanganan Kekerasan secara komprehensif. Bahkan, program ini sukses menjangkau tingkat mahasiswa, jajaran pengajar, dan staf. Sebagai hasilnya, langkah nyata ini semakin memperkuat posisi kampus. Mereka berhasil membuktikan diri sebagai institusi pendidikan kesehatan yang aman dan berintegritas tinggi.
